CSV PTP Nonpetikemas: Sertifikasi Pekerja Harian untuk Dorong Kapasitas SDM Terminal Kijing 

Jakarta, Desember 2025 — PTP Nonpetikemas kembali menunjukkan komitmennya dalam  memperkuat kualitas SDM lokal lewat program TJSL dengan pendekatan Creating Shared Value  (CSV). Tahun ini, perusahaan memprioritaskan peningkatan kompetensi dan sertifikasi profesi bagi  Pekerja Harian di wilayah operasional Terminal Kijing, sebagai bagian dari upaya mendorong daya  saing dan kualitas layanan di lapangan.

PTP Nonpetikemas menggelar program TJSL Peduli Pendidikan berupa bantuan pelatihan dan  sertifikasi bagi Pekerja Harian selama tiga hari, 2–4 Desember 2025, di Balai Pendidikan dan  Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Mempawah. Program yang diikuti 9 peserta dan dibiayai  penuh melalui dana TJSL perusahaan ini turut mendukung target SDGs Nomor 4 tentang Pendidikan  Bermutu, termasuk akses pelatihan dan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi  (BNSP).

Materi pembelajaran dirancang komprehensif, mencakup tiga bidang utama: penanganan barang  General Cargo, Curah Kering, dan Curah Cair (Barang Berbahaya). Sejumlah modul krusial turut  disampaikan, mulai dari pengenalan IMSBC Code dan IMDG Code, penerapan keselamatan kerja  (K3), persyaratan dokumen dan muatan, hingga penanganan keadaan darurat dan pencemaran  barang berbahaya. Para peserta juga mendapatkan pelatihan praktik di lapangan, meliputi  Stevedoring, Cargodoring, dan Receiving/Delivery untuk komoditas seperti alumina, batubara,  methanol, dan FAME.

Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PTP Nonpetikemas, Bambang Sakti, menegaskan  bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kualitas  tenaga kerja lokal.

“Kami ingin memastikan SDM di sekitar wilayah operasional kami memiliki kompetensi yang setara  dengan kebutuhan industri pelabuhan saat ini. Pelatihan dan sertifikasi ini tidak hanya  meningkatkan daya saing mereka, tetapi juga membuka akses kerja yang lebih aman dan  terstandar,” ujar Bambang.

Bambang menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci  keberhasilan program ini. “Melalui inisiatif berbasis Creating Shared Value (CSV) ini, kami ingin  memastikan para Pekerja Harian mendapatkan peningkatan kompetensi, penguatan perlindungan  sosial, serta peluang kerja yang lebih berkelanjutan. Ini adalah nilai bersama yang kami bangun  bersama masyarakat,” tutur Bambang.

Peserta yang juga merupakan Pekerja Harian di Terminal Kijing, Taufik Hidayat menyatakan bahwa  manfaat yang didapat dari pelatihan ini sangat menambah kapasitasnya sebagai tenaga kerja yang  terlibat langsung dalam operasional pelabuhan.

“Sebagai pekerja bongkar muat yang tiap hari kerja di lapangan, pelatihan ini bermanfaat sekali.  Banyak hal yang biasanya saya kerjain hanya ikut alur, sekarang jadi lebih mengerti cara kerjanya  yang benar dan teratur. Ilmu yang diberikan juga membuat saya lebih percaya diri waktu bertugas  di terminal,” ujar Taufik.

PTP Nonpetikemas memastikan akan terus memperkuat program TJSL berkelanjutan yang mampu  menghadirkan dampak sosial riil, khususnya dalam peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal di  wilayah operasinya.