PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Perkuat Layanan Operasional Lewat Implementasi Alat  Bongkar Muat Pelabuhan Ramah Lingkungan 

Elektrifikasi Alat Bongkar Muat Pelabuhan Dukung Kelancaran Bongkar 21.612 Ton Steel Billet dan  Komoditas Lainnya pada 26/5 di PTP Tanjung Priok. 

JAKARTA, 26 Mei 2026 — PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) merupakan anak usaha dari  PT Pelindo Multi Terminal kembali memperkuat perannya dalam mendukung rantai pasok industri  nasional melalui penanganan bongkar impor 21.612 ton steel billet dan komoditas lainnya di Dermaga  PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa, (26/05) dengan alat bongkar  muat yang ramah lingkungan. 

Komoditas bahan baku industri baja tersebut diangkut menggunakan kapal MV Shanghai Bulker  dengan panjang kapal (LOA) 190 meter yang tiba dari Pelabuhan Nansha, China. Muatan steel billet  tersebut diperuntukkan bagi PT The Master Steel Manufactory sebagai bagian dari upaya menjaga  keberlanjutan pasokan bahan baku sektor manufaktur dan industri baja nasional. 

Kegiatan bongkar muat dilaksanakan dengan dukungan fasilitas dan peralatan operasional yang ramah  lingkungan yang memadai guna memastikan proses berjalan aman, lancar, dan produktif. Penanganan  komoditas steel billet dalam jumlah besar ini sekaligus menegaskan kesiapan PTP Nonpetikemas  Cabang Tanjung Priok dalam melayani arus logistik komoditas strategis nasional. 

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok Ruly Arief Dwiyana mengatakan, kegiatan  tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan terminal multipurpose  yang andal dan efisien bagi kebutuhan industri serta ramah lingkungan. 

“Dalam memperkuat layanan operasional yang Ramah Lingkungan, PTP Nonpetikemas cabang Tanjung  Priok telah menerapkan elektrifikasi pada alat-alat bongkar muat pelabuhan. Penanganan bongkar  steel billet hari ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung kelancaran distribusi  bahan baku industri melalui layanan operasional yang ramah lingkungan, aman, produktif, dan  mengedepankan prinsip zero accident,” ujar Ruly. 

Sebagai wujud penerapan sistem manajemen lingkungan berbasis ISO 14001 dan penilaian PROPER,  pengendalian emisi, efisiensi energi, pengelolaan limbah berbasis prinsip 3R, serta optimalisasi proses  bongkar muat yang lebih ramah lingkungan. Di sisi operasi PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok  juga mengimplementasikan berbagai inovasi seperti penggunaan lampu LED, pemanfaatan overhead  crane (OHC) untuk mengurangi ketergantungan alat berbahan bakar fosil, hingga elektrifikasi alat  bongkar muat seperti Gantry Luffing Crane (GLC) sebagai bagian dari transisi menuju operasional  rendah emisi. 

Sejalan dengan penguatan layanan operasional, PTP Nonpetikemas terus berupaya meningkatkan  kualitas pelayanan dan kesiapan infrastruktur guna mendukung kebutuhan logistik nasional,  khususnya sektor industri strategis yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Fiona Sari Utami mengatakan, aktivitas bongkar muat  komoditas industri tersebut menunjukkan peran penting terminal multipurpose dalam mendukung  konektivitas logistik dan distribusi bahan baku nasional.

“PTP Nonpetikemas sebagai bagian dari Pelindo Group terus menghadirkan layanan terminal  multipurpose yang andal dan terintegrasi untuk mendukung distribusi komoditas strategis, termasuk  bahan baku industri baja yang berkontribusi terhadap penguatan sektor manufaktur nasional,” ujar  Fiona. 

Kinerja PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok 

Secara konsolidasi, pada Triwulan I 2026 throughput PTP Nonpetikemas mencapai 12,4 juta ton atau  tumbuh 3,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 11,9 juta ton. Pertumbuhan  tersebut didorong oleh trafik curah kering 5,7 juta ton, curah cair 3 juta ton, general cargo 2,9 juta ton,  dan bag cargo 656 ribu ton. 

Pada Triwulan I tahun 2026, PTP Nonpetikemas melalui Cabang Tanjung Priok memberikan kontribusi  pendapatan dominan sebesar 58,82% dari total pendapatan perusahaan. Dari sisi kinerja operasional,  Cabang Tanjung Priok juga menyumbang kontribusi signifikan sebesar 32,4% terhadap total  throughput PTP Nonpetikemas, dengan capaian sebesar 4,03 juta ton/m³ dari total throughput  konsolidasi yang tercatat sebesar 12,4 juta ton/m³. Sedangkan capaian secara PT Pelindo Multi  Terminal Group, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok catatkan kinerja yang impresif dengan  throughput mencapai 4,03 juta ton/m³, atau setara 14% dari total throughput dari layanan Pelindo  Multi Terminal secara group sebesar 27,64 juta ton/m³. 

Kinerja produktivitas bongkar muat Ton/Ship/Day (T/S/D) dimana realisasi TSD kemasan general cargo  dan bag cargo sampai dengan Triwulan I 2026 sebesar 4.024, untuk kemasan curah cair TSD sampai  dengan Triwulan I 2026 teralisasi sebesar 1.746, untuk kemasan curah kering TSD sampai dengan  Triwulan I 2026 teralisasi sebesar 3.857. 

“Capaian kinerja pada Triwulan I 2026 mencerminkan peran strategis Cabang Tanjung Priok sebagai  kontributor utama dalam mendukung pertumbuhan kinerja PTP Nonpetikemas maupun Pelindo Multi  Terminal Group.” ujar Ruly. 

Perbandingan secara year-on-year (YoY), dengan capaian kenaikan sebesar 6% dibandingkan realisasi  periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 4.03 juta ton. Lonjakan ini terutama ditopang  oleh dominasi peningkatan komoditas Curah Kering sebesar 1,41 juta ton. 

Didukung infrastruktur multipurpose yang memadai, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok  memiliki panjang dermaga 3.314 meter, lapangan penumpukan 158.342 meter persegi, gudang 26.191  meter persegi, serta didukung peralatan bongkar muat seperti Gantry Luffing Crane (GLC), hopper,  grab, forklift, dan jembatan timbang. 

Aktivitas operasional di dermaga PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok pada hari ini didominasi  penanganan berbagai komoditas strategis, meliputi bongkar CPO, RBDO, dan RBDS, serta muat semen  curah, beras, barang campuran, alat berat, kendaraan, dan general cargo untuk mendukung distribusi  logistik antardaerah. 

Pada komoditas curah cair, kegiatan bongkar CPO, RBDO, dan RBDS masih berlangsung guna  mendukung distribusi kebutuhan industri dan energi. Sementara pada komoditas curah kering dan  general cargo, aktivitas operasional mencakup muat beras, semen curah, barang campuran, alat berat,  dan kendaraan tujuan berbagai wilayah domestik. Secara umum, seluruh kegiatan operasional berjalan  aman, lancar, dan produktif.