Terminal Kijing PTP Nonpetikemas Bukukan Pertumbuhan Throughput 88,25% pada Semester I 2026 

Mempawah, Agustus 2026 – Terminal Kijing PTP Nonpetikemas mencatatkan kinerja operasional positif  sepanjang semester I 2026 dengan membukukan total throughput sebesar 3,27 juta ton, meningkat 88,25  persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 1,74 juta ton. Pertumbuhan tersebut  mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik di Kalimantan Barat sekaligus memperkuat peran Terminal  Kijing sebagai salah satu simpul logistik strategis yang mendukung kelancaran distribusi komoditas di  wilayah Indonesia bagian barat. 

Kinerja tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan komoditas curah kering dan curah cair. Curah kering  menjadi kontributor terbesar dengan realisasi 1,88 juta ton, meningkat 97,18 persen dibandingkan  semester I 2025 sebesar 955,5 ribu ton. Sementara itu, curah cair mencapai 1,30 juta ton, meningkat 77,48  persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 732,9 ribu ton. 

Pertumbuhan juga tercatat pada komoditas lainnya. Bag cargo meningkat 30,16 persen dari 51,42 ribu ton  menjadi 66,9 ribu ton, sedangkan general cargo tumbuh signifikan dari 1,38 ribu ton menjadi 25,9 ribu ton. 

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengatakan pertumbuhan throughput Terminal  Kijing pada semester I 2026 merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi  operasional dan meningkatkan kualitas layanan. 

“Pertumbuhan throughput Terminal Kijing pada semester I 2026 menunjukkan bahwa transformasi  operasional yang kami jalankan mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat kualitas layanan  secara nyata. Terminal Kijing memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas logistik di Kalimantan  Barat, sehingga kami akan terus mendorong peningkatan kapasitas layanan, efisiensi operasional, serta  implementasi prinsip keberlanjutan agar terminal ini semakin kompetitif dan mampu memberikan nilai  tambah bagi pengguna jasa maupun perekonomian daerah,” ujar Indra Hidayat Sani. 

Sepanjang semester I 2026, PTP Nonpetikemas juga memperkuat aspek pendukung operasional melalui  peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan penguatan budaya keselamatan kerja. Langkah  tersebut dilakukan untuk memastikan peningkatan produktivitas berjalan seiring dengan keandalan dan  keberlanjutan operasional terminal. 

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak, Suwanda, menyampaikan bahwa peningkatan  kinerja operasional Terminal Kijing merupakan hasil sinergi antara seluruh insan perusahaan, pengguna  jasa, dan para pemangku kepentingan di wilayah operasional. 

“Capaian semester I 2026 merupakan hasil dari sinergi seluruh insan perusahaan dalam menjaga  produktivitas operasional, meningkatkan keandalan layanan, dan memperkuat hubungan dengan para  pengguna jasa. Kami terus fokus pada optimalisasi proses bongkar muat, peningkatan kompetensi SDM  melalui program sertifikasi, serta penguatan budaya keselamatan kerja agar pertumbuhan kinerja dapat  dipertahankan secara berkelanjutan,” kata Suwanda. 

Salah satu fokus perusahaan sepanjang Januari–Juni 2026 adalah penguatan kompetensi tenaga kerja  melalui program sertifikasi pekerja harian. Program ini dilaksanakan untuk memastikan tenaga kerja 

operasional memiliki standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan terminal, sehingga produktivitas  dan kualitas layanan dapat terus ditingkatkan. 

Di bidang keselamatan kerja, perusahaan secara konsisten mengimplementasikan program PTP Peduli K3  yang berfokus pada peningkatan budaya keselamatan, kepatuhan terhadap standar operasional, serta  penguatan kesadaran pekerja terhadap aspek kesehatan dan keselamatan kerja. Program tersebut menjadi  bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan operasional terminal yang aman, andal, dan  berkelanjutan. 

Sejalan dengan pengembangan Terminal Kijing, Pelindo Regional 2 juga terus meningkatkan layanan di  kawasan tersebut sebagai salah satu wilayah kerja strategis perusahaan. 

General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, mengatakan bahwa sejak diresmikan pada  10 Juni 2026, Terminal Kijing telah melayani delapan kunjungan kapal peti kemas dengan dua rute, yaitu  layanan ocean going rute Kijing–Pasir Gudang melalui MMSS 2711 dan layanan domestik rute Kijing–Jakarta  melalui WGM 256 T. 

“Adapun throughput peti kemas hingga saat ini telah mencapai 1.029 box, dengan komposisi pelayanan  peti kemas domestik sebesar 85 persen dan ocean going sebesar 15 persen,” ujar Kalbar Yanto. 

Momentum pertumbuhan semester I 2026 menjadi indikator positif bagi pengembangan Terminal Kijing ke  depan. Dengan dukungan infrastruktur yang terus dioptimalkan, peningkatan kualitas layanan, serta  penguatan kompetensi dan keselamatan kerja, Terminal Kijing optimistis dapat mempertahankan tren  pertumbuhan pada paruh kedua 2026 sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap efisiensi logistik  nasional dan pengembangan ekonomi daerah.