Padang, Juli 2026 — PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Teluk Bayur terus menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga kelancaran rantai pasok logistik di Sumatera Barat. Berdasarkan Laporan Manajemen PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur Periode s.d. Juni 2026, realisasi arus barang (throughput) di Pelabuhan Teluk Bayur sepanjang Semester I Tahun 2026 berhasil mencatatkan volume sebesar 2.823.793 ton.
Capaian operasional tersebut didominasi oleh segmen Curah Cair (Liquid Bulk) yang tampil sebagai penopang utama dengan volume mencapai 1.630.954 ton. Realisasi segmen ini melonjak hingga 116,53% dari target Perusahaan Semester I 2026 dan tumbuh 13,18% secara Year-on-Year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1.441.073 ton. Tingginya aktivitas ekspor CPO beserta produk turunannya menjadi pendorong utama pertumbuhan positif ini, yang didukung oleh faktor ketersediaan bahan baku dan harga jual yang menguntungkan.
Sementara itu, segmen Curah Kering (Dry Bulk) membukukan volume sebesar 939.145 ton atau terealisasi 96,39% dari target Tahun 2026. Kendati dihadapkan pada tantangan operasional seperti pengaturan antrean kapal serta dinamika ketersediaan armada angkutan darat di pelabuhan, kinerja curah kering tercatat tetap tumbuh 1,67% dibandingkan Semester I 2025.
Untuk segmen kargo lainnya, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur mencatatkan volume Bag Cargo sebesar 234.914 ton dan General Cargo sebesar 18.780 ton. Dinamika pasar lokal serta penyesuaian pasokan material untuk project pembangunan di daerah turut memengaruhi volume distribusi kedua segmen kargo tersebut sepanjang paruh pertama tahun ini.
“Kinerja operasional di Semester I 2026 ini menjadi cerminan dari meningkatnya kepercayaan pengguna jasa serta sinergi yang kuat antara perusahaan dan seluruh stakeholder dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan,” ujar Fauzi, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur.
Ke depan, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapan dan keandalan alat bongkar muat, mengoptimalkan proses operasional di terminal, serta memperkuat koordinasi dengan mitra logistik guna memastikan percepatan arus barang secara efisien hingga akhir tahun.