Menghubungkan Pulau, Menggerakkan Ekonomi: Peran Strategis PTP Nonpetikemas Tanjung  Pandan 

Tanjung Pandan, 5 Juni 2026 — PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Tanjung  Pandan terus menunjukkan kinerja operasional yang positif dalam mendukung kelancaran arus logistik  di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Sebagai salah satu pelabuhan strategis di wilayah kepulauan,  cabang ini berperan penting dalam menunjang distribusi barang serta mendukung aktivitas ekonomi  regional. 

Cabang Tanjung Pandan Hal ini memiliki posisi krusial dalam rantai logistik antar pulau, khususnya  dalam melayani kebutuhan distribusi komoditas di wilayah Bangka Belitung dan sekitarnya. Dengan  karakteristik wilayah kepulauan, pelabuhan ini menjadi penghubung utama dalam menjaga kelancaran  pasokan barang. 

“Kami terus berupaya meningkatkan kinerja operasional serta kualitas layanan guna mendukung  kebutuhan logistik pelanggan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Branch Manager PTP  Nonpetikemas Cabang Tanjung Pandan, Asep Mardiyana. 

Dari sisi operasional, Cabang Tanjung Pandan melayani berbagai jenis komoditas dengan dominasi  pada kemasan general cargo seperti besi, tiang listrik, tiang pancang, keramik, dan kaolin dalam  kemasan bag cargo. Selain itu, cabang ini juga menangani komoditas curah kering seperti cangkang  sawit, split, dan biji sawit. Kegiatan operasional didukung oleh fasilitas pelabuhan serta peralatan  bongkar muat yang memadai sehingga berjalan efektif dan efisien. 

Capaian Kinerja Operasional 

Sampai dengan April 2026, realisasi produktivitas Ton/Ship/Day (T/S/D) pada beberapa kemasan  utama yang dilayani mencatat capaian di atas target serta tumbuh dibandingkan periode yang sama  tahun sebelumnya. Pada kemasan general cargo, produktivitas mencapai 2.511 T/S/D, melampaui  target sebesar 25% dari target 2.008 T/S/D, sekaligus tumbuh 68,1% dibandingkan realisasi hingga April  2025 sebesar 1.494 T/S/D. Sementara itu, pada kemasan bag cargo, produktivitas tercatat sebesar 752  T/S/D, atau 24,1% di atas target sebesar 606 T/S/D, serta meningkat 56,0% dibandingkan capaian  hingga April 2025 sebesar 482 T/S/D. Capaian ini mencerminkan peningkatan efektivitas operasional  dan optimalisasi proses bongkar muat di Cabang Tanjung Pandan. 

PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Pandan membukukan capaian throughput yang tetap solid sebesar  168,06 ribu ton di mana kemasan bag cargo masih menjadi kontributor utama dengan realisasi sebesar  152,3 ribu ton, sementara kemasan general cargo mencatat pertumbuhan sebesar 12,6% menjadi 12,9  ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 10,2 ribu ton. 

Lonjakan produktivitas ini didorong oleh peningkatan aktivitas bongkar muat serta implementasi  standarisasi operasional dan sistemisasi layanan berbasis digital melalui platform PTOS-M. 

“Kinerja ini merupakan hasil dari komitmen seluruh tim dalam menjaga produktivitas serta  memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Asep.

Dalam mendukung kelancaran kegiatan bongkar muat, Cabang Tanjung Pandan dilengkapi dengan  infrastruktur dan fasilitas operasional yang memadai. Fasilitas tersebut meliputi 9 area dermaga  fungsional yang mampu melayani kapal-kapal general cargo dan curah, lapangan penumpukan terbuka  untuk berbagai jenis komoditas, serta gudang penyimpanan untuk barang tertentu yang  membutuhkan perlindungan. 

Selain itu, operasional juga didukung oleh peralatan bongkar muat seperti 1 unit chassis, 1 unit head  truck, 1 unit forklift 5 ton, dan 1 unit forklift 10 ton serta alat bantu lainnya yang menunjang efisiensi  dan percepatan layanan. Ketersediaan fasilitas ini menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas  serta keandalan layanan pelabuhan. 

Dengan dukungan fasilitas dan kinerja yang terus meningkat, Cabang Tanjung Pandan semakin  memperkuat perannya sebagai pelabuhan andalan dalam mendukung distribusi komoditas dan  pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan. 

Ke depan, Cabang Tanjung Pandan akan terus meningkatkan kapasitas layanan dan kualitas  operasional guna memperkuat posisinya sebagai simpul logistik strategis di wilayah Kepulauan Bangka  Belitung serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.