PTP Nonpetikemas Ajak Insan Media Ikuti Lomba Karya Jurnalistik PortPress 2026. Ayo Ramaikan! 

Jakarta, 13 Mei 2026 – PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Nonpetikemas kembali mengajak insan  media di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam PortPress 2026 “Kompetisi Karya Jurnalistik”  yang masih berlangsung hingga 29 Mei 2026 pukul 23.59 WIB. Kompetisi ini menjadi wadah bagi para  jurnalis untuk mengeksplorasi lebih jauh peran strategis pelabuhan dan sektor logistik dalam  mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. 

Mengusung tema “PTP Nonpetikemas Menggerakkan Logistik untuk Pertumbuhan Ekonomi”,  kompetisi ini terbuka bagi karya jurnalistik yang mengangkat aktivitas kepelabuhanan, distribusi  logistik, serta kontribusi terminal multipurpose dalam mendukung konektivitas antardaerah dan  kelancaran arus komoditas nasional. 

Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, kembali mengingatkan  bahwa periode publikasi dan pengumpulan karya masih dibuka hingga akhir Mei 2026. 

“Kami masih membuka kesempatan bagi rekan-rekan jurnalis untuk berpartisipasi dan menghasilkan  karya terbaiknya dalam PortPress 2026. Kami berharap kompetisi ini dapat menghadirkan lebih banyak  karya jurnalistik yang mampu menggambarkan bagaimana sektor kepelabuhanan dan logistik memiliki  peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan distribusi nasional. Silakan submit karya  rekan-rekan jurnalis dan perhatikan batas waktu penutupan lomba,” ujar Fiona. 

PortPress 2026 menghadirkan dua kategori utama, yakni Lomba Tulis Jurnalistik dengan subkategori  hardnews dan feature, serta Lomba Foto Jurnalistik. Dalam proses penilaiannya, PTP Nonpetikemas  menghadirkan sejumlah nama jurnalis senior dan praktisi media nasional sebagai dewan juri. 

Untuk kategori karya tulis jurnalistik, dewan juri terdiri dari Uni Lubis dan Retno Pinasti. 

Uni Lubis merupakan jurnalis senior dengan pengalaman panjang di industri media Indonesia dan saat  ini menjabat sebagai Pemimpin Redaksi IDN Times. Sepanjang kariernya, beliau pernah memimpin di  berbagai media besar seperti ANTV, VIVA.co.id, Rappler Indonesia dan Panji Masyarakat, serta menjadi  anggota Dewan Pers Indonesia periode 2010–2013. Selain aktif di dunia media, Uni Lubis juga berperan  dalam organisasi profesi dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Forum Jurnalis Perempuan  Indonesia (FJPI) periode 2021–2024. Beliau dikenal aktif memperjuangkan kesetaraan dan  pengembangan kapasitas bagi jurnalis perempuan di Indonesia. 

Sementara itu, Retno Pinasti merupakan jurnalis senior yang telah berkiprah lebih dari 28 tahun di  industri televisi Indonesia. Saat ini, beliau menjabat sebagai Pemimpin Redaksi SCTV, Indosiar, dan  Moji TV (Emtek Group) sejak tahun 2021, serta Ketua Forum Pemred periode 2024–2027. Sepanjang  kariernya, Retno pernah berkarier di Voice of America (VOA), Trans TV, dan TVRI. Selain aktif di dunia  jurnalistik, beliau juga menjadi anggota Dewan Penasehat PWI Pusat dan Dewan Pakar Perhumas. 

Retno Pinasti pernah dipercaya menjadi moderator Debat Pilpres 2019 dan Debat Pilpres 2024. Beliau  meraih gelar Master Television Journalism dari Goldsmith College, University of London melalui  beasiswa British Chevening Awards pada tahun 2002. 

Adapun kategori foto jurnalistik akan dinilai oleh Agus Susanto dan Hendra Eka.

Agus Susanto merupakan fotografer jurnalistik senior Harian Kompas sejak tahun 2000. Beliau dikenal  melalui liputan berbagai peristiwa besar nasional, mulai dari konflik Aceh dan Poso, tsunami Aceh,  hingga erupsi Gunung Semeru. Agus juga meliput sejumlah ajang olahraga internasional dan mengikuti  berbagai ekspedisi jurnalistik Harian Kompas. Sepanjang kariernya, beliau meraih berbagai  penghargaan nasional dan internasional, termasuk Adiwarta 2010, Maybank Photo Award 2013,  Lifetime Achievement PFI Jakarta 2023, dan Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2024. Selain itu, Agus  Susanto aktif menjadi juri lomba foto nasional serta kurator pameran fotografi jurnalistik Indonesia. 

Sedangkan Hendra Eka memulai karier sebagai pewarta foto di Jawa Pos pada tahun 2008. Saat ini,  karyanya berfokus pada isu-isu sosial, konflik, politik, dan kehidupan sehari-hari di Asia Tenggara. Pada  tahun 2024, ia meraih penghargaan Wartawan Terbaik Indonesia dari Dewan Pers, serta pernah  menerima beasiswa Erasmus Huis di Amsterdam, Belanda. Hendra menyelesaikan studi magisternya  dengan predikat magna cum laude melalui riset mengenai pengaruh foto jurnalistik terhadap kebijakan  publik di Indonesia. 

PTP Nonpetikemas berharap kehadiran para dewan juri yang berpengalaman di industri media  nasional dapat semakin meningkatkan kualitas karya yang dihasilkan peserta serta memberikan  perspektif yang lebih luas mengenai pentingnya sektor pelabuhan dalam rantai logistik nasional. 

“PTP Nonpetikemas berharap PortPress 2026 dapat menjadi ruang kolaborasi bersama insan media  dalam menghadirkan karya jurnalistik yang informatif, inspiratif, dan mampu memperluas  pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sektor kepelabuhanan dan logistik bagi pertumbuhan  ekonomi nasional.” ujar Fiona. 

Mari ikuti Lomba Karya Juralistik PortPress, raih total hadiah puluhan juta rupiah, informasi lengkap  mengenai syarat , pendaftaran dan ketentuan kompetisi dapat diakses melalui tautan  https://linktr.ee/portpress2026.