PTP Nonpetikemas Apresiasi Inovasi Pekerja melalui PTP Inovasi 2026 

Jakarta, 28 Agustus 2026 — PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan apresiasi kepada para  pekerja yang berhasil menghadirkan berbagai gagasan inovatif melalui Awarding PTP Inovasi 2026. Kegiatan ini  menjadi momentum perusahaan untuk memberikan penghargaan sekaligus memperkuat budaya inovasi dan  perbaikan berkelanjutan di seluruh lini perusahaan. 

PTP Inovasi merupakan program yang telah diselenggarakan sejak 2019 sebagai wadah bagi pekerja untuk  menghadirkan ide dan solusi atas berbagai tantangan dalam pelaksanaan pekerjaan. Berbagai inovasi yang lahir  dari program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi unit kerja, tetapi juga dapat dikembangkan  dan diimplementasikan untuk mendukung peningkatan kinerja perusahaan. 

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengatakan bahwa inovasi merupakan bagian penting  dalam membangun budaya kerja yang adaptif dan berorientasi pada perbaikan. Menurutnya, setiap ide yang  lahir dari pekerja merupakan bentuk kepedulian terhadap proses bisnis sekaligus upaya untuk menghadirkan  solusi yang lebih efektif. 

“Kami mengapresiasi seluruh pekerja yang telah berkontribusi melalui PTP Inovasi 2026. Kami berharap inovasi  yang dihasilkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi terus dikembangkan dan diimplementasikan sehingga  memberikan dampak nyata terhadap produktivitas, efisiensi, keselamatan kerja maupun kualitas layanan,” ujar  Indra. 

Pada PTP Inovasi 2026, Cabang Tanjung Pandan meraih Juara 1 melalui inovasi “EQUIP-CHECK 2026: Digitalisasi  Pre-Start Check Alat Berat Berbasis QR Code Terintegrasi”, Divisi Teknik meraih Juara 2 melalui “Smart Laser  Safety Zone For Heavy Equipment Operation”, dan Divisi SDM meraih Juara 3 melalui “Integrated Smart Archiving  System (ISAS)”. Sementara itu, Juara Favorit 1 diraih Divisi Renstra melalui “ECO-HOPPER” dan Juara Favorit 2  diraih Cabang Pontianak melalui “MODIFIKASI ALIRAN HOSE BY PIPE PADA KAPAL PORT ALFRED”. 

Kelima inovasi tersebut merepresentasikan beragam upaya perbaikan di lingkungan PTP Nonpetikemas, mulai  dari digitalisasi proses pemeriksaan alat berat, peningkatan keselamatan operasional, pengelolaan arsip, hingga  optimalisasi proses kegiatan operasional. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi dapat tumbuh dari berbagai fungsi  dan cabang sesuai dengan kebutuhan serta tantangan yang dihadapi di lapangan. 

Salah satu contoh implementasi inovasi yang memberikan manfaat bagi proses bisnis perusahaan adalah Port  Operation Cost Control (Popcost), inovasi yang dikembangkan pada PTP Inovasi 2024 dan mulai go live pada 10  Oktober 2025. Sebelum adanya Popcost, belum tersedia template standar untuk penyusunan rencana dan  realisasi bongkar muat sehingga masing-masing cabang menggunakan template yang berbeda. Selain itu, belum  tersedia tools yang membantu proses akrual beban operasi secara langsung dari kegiatan bongkar muat serta  belum terdapat database margin laba rugi berdasarkan kapal dan komoditi. 

Setelah diimplementasikan, Popcost menyediakan template standar untuk penyusunan rencana dan realisasi  bongkar muat, sekaligus menjadi tools yang membantu proses akrual beban operasi secara langsung dari  kegiatan bongkar muat. Popcost juga menyediakan database margin laba rugi berdasarkan kapal dan komoditi  yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam mendukung pengambilan keputusan di bidang komersial  maupun operasional. 

SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, mengatakan bahwa keberagaman gagasan  tersebut menjadi bukti bahwa pekerja memiliki peran penting dalam mendorong perbaikan di lingkungan  perusahaan. “Yang paling penting adalah bagaimana ide-ide tersebut dapat berlanjut ke tahap implementasi dan  memberikan manfaat yang terukur. Kami ingin inovasi menjadi bagian dari cara kerja sehari-hari, bukan hanya  sebagai program tahunan,” jelas Fiona.

Melalui PTP Inovasi 2026, PTP Nonpetikemas terus mendorong terciptanya budaya kerja yang kreatif, adaptif,  dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Semangat inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung  peningkatan operational excellence, efisiensi, produktivitas, keselamatan kerja, dan kualitas layanan, sekaligus  memberikan kontribusi terhadap pencapaian kinerja perusahaan secara berkelanjutan.