Jakarta, Maret 2026. PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Tanjung Priok melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan kegiatan bongkar muat di pelabuhan menjelang pemberlakuan awal hingga akhir masa pembatasan angkutan barang.
Beberapa hal yang dilakukan yaitu pertama telah dilakukan koordinasi awal pada minggu pertama Ramadhan bersama para stakeholder, termasuk perusahaan pelayaran, pelanggan, dan perusahaan ekspedisi, guna mengatur jadwal kegiatan bongkar muat agar tidak terjadi penumpukan di terminal.
Sekitar satu minggu setelah awal Ramadan, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok telah mengumpulkan para pengguna jasa untuk menyesuaikan jadwal kegiatan bongkar muat sebelum masa pembatasan berlaku. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas di pelabuhan tetap terkendali.
Kemudian memastikan sisi kapasitas penumpukan, kondisi terminal saat ini masih dalam batas aman. Tingkat keterisian lapangan penumpukan atau Yard Occupancy Ratio (YOR) tercatat sekitar 40 persen, sementara pada hari normal rata-rata mencapai 50 persen. Dengan batas maksimal YOR sebesar 65 persen, terminal masih memiliki ruang yang cukup untuk menampung arus kargo.
Saat ini (25/3) aktivitas di lapangan juga relatif normal dengan sekitar 3–4 kapal yang tengah sandar. Dan potensi kedatangan kapal diperkirakan masih dapat ditangani hingga sekitar 17 sampai 22 kapal baik oceangoing dan domestik.
Selain itu, untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan, PTP Nonpetikemas juga menyiapkan buffer area sebagai kantong parkir sementara apabila terjadi lonjakan kendaraan. Fasilitas tersebut tersedia di lahan seluas sekitar 2 hektare di Inggom serta tambahan sekitar 3 hektare di wilayah regional.
Dan kemudian memastikan kesiapan gate dan sistem operasional di terminal terus dipantau sebagai langkah mitigasi apabila terjadi lonjakan kendaraan yang masuk maupun keluar dari area pelabuhan. Tidak hanya itu, Pelindo Regional 2 , PTP Nonpetikemas beserta Pelindo Grup yang berada di Tanjung Priok bersama para stakeholder juga membentuk Command Centre Bersama sebagai pusat koordinasi guna memastikan kelancaran operasional dan arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok tetap terjaga.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Budi Utoyo, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder pelabuhan guna menjaga kelancaran operasional serta memastikan aktivitas bongkar muat tetap berjalan dengan baik.