Terminal Kijing Resmi Layani Petikemas Perdana, Perkuat Konektivitas Logistik di Kalimantan Barat 

Pelindo Grup melalui PTP Nonpetikemas sebagai operator terminal, Perdana Layani Petikemas di  Terminal Kijing 

Mempawah, 10 Juni 2026 – Terminal Kijing yang berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat,  resmi melayani kegiatan petikemas perdana. Kehadiran layanan ini menandai langkah baru dalam  pengembangan Terminal Kijing sejak diresmikan pada 9 Agustus 2022 sebagai salah satu Proyek  Strategis Nasional yang mendukung pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan industri di Kalimantan  serta memperkuat perannya sebagai gerbang logistik di wilayah barat Pulau Kalimantan. 

Pelayanan petikemas perdana tersebut merupakan hasil sinergi Pelindo Group melalui Pelindo  Regional 2 Pontianak bersama PT Pelindo Multi Terminal melalui anak usahanya, PT Pelabuhan Tanjung  Priok (PTP Nonpetikemas) dan PT Pelindo Terminal Petikemas melalui anak usahanya yaitu PT IPC  Terminal Petikemas.  

Sebagai bagian dari Pelindo Grup, saat ini PTP Nonpetikemas dipercaya sebagai satu-satunya operator  di Terminal Kijing yang mengelola layanan operasional terminal guna memastikan aktivitas  kepelabuhanan berjalan secara aman, andal, dan produktif. 

Kegiatan perdana tersebut dilaksanakan melalui kedatangan kapal TB Megah 1611/TK MMSS 2711  milik PT Pulau Laut Line yang melayani rute Pasir Gudang–Batam–Kijing–ICA–Kijing–Pasir Gudang.  Pada kunjungan perdananya, kapal tersebut membongkar 70 peti kemas kosong (empty container) di  Terminal Kijing. Pelayanan ini menandai dimulainya operasional layanan peti kemas di Terminal Kijing  setelah berbagai persiapan infrastruktur, peralatan, sistem operasional, dan aspek regulasi  diselesaikan oleh Pelindo Group. 

Pelayanan ini juga merealisasikan rencana pengembangan layanan petikemas yang telah dipersiapkan  sejak tahun 2025. Melalui berbagai kegiatan sosialisasi kepada pengguna jasa serta penguatan fasilitas  dan kesiapan operasional, Pelindo Group bersama PTP Nonpetikemas terus mematangkan langkah  pengoperasian layanan petikemas hingga akhirnya dapat direalisasikan pada tahun 2026. 

General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, mengatakan pelayanan perdana peti  kemas merupakan pencapaian strategis dalam upaya menjadikan Terminal Kijing sebagai gerbang  logistik modern di Kalimantan Barat. 

“Pelayanan perdana peti kemas di Terminal Kijing merupakan tonggak penting dalam pengembangan  pelabuhan modern di Kalimantan Barat. Dengan mulai beroperasinya layanan peti kemas, Terminal  Kijing semakin siap mendukung kelancaran arus logistik, meningkatkan daya saing ekspor daerah, serta  mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kalimantan Barat,” ujar Kalbar. 

Menurut Kalbar Yanto, Pelindo terus melakukan peningkatan fasilitas dan peralatan pendukung agar  Terminal Kijing mampu memberikan pelayanan yang lebih efisien, aman, dan berstandar internasional. 

“Kami optimistis kehadiran layanan peti kemas ini akan memberikan alternatif logistik yang lebih  efektif bagi pelaku usaha. Ke depan, Terminal Kijing diharapkan menjadi hub logistik utama yang 

melayani kebutuhan industri, perdagangan, dan ekspor-impor di Kalimantan Barat maupun kawasan  sekitarnya,” kata Kalbar. 

Untuk mendukung operasional kepelabuhanan, Terminal Kijing dilengkapi berbagai fasilitas modern  yang dirancang untuk melayani beragam jenis komoditas. Terminal ini memiliki dermaga petikemas  sepanjang 750 meter dengan kapasitas kapal hingga 100.000 DWT, dermaga multipurpose sepanjang  250 meter, dermaga curah cair sepanjang 500 meter, serta dermaga curah kering sepanjang 389  meter. Selain itu tersedia Container Yard, Empty Container Yard, Container Freight Station (CFS), area  reefer, fasilitas pemeriksaan fisik terpadu, trestle, piperack, serta berbagai sarana pendukung lainnya. 

Fasilitas tersebut didukung peralatan bongkar muat modern seperti Harbour Mobile Crane (HMC),  Quay Container Crane (QCC), reach stacker, forklift, head truck, chassis, conveyor, hopper, grab, dan  bucket yang memungkinkan pelayanan petikemas, curah cair, curah kering, maupun general cargo  dilakukan secara efisien dan produktif. 

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengatakan bahwa keberhasilan pelayanan  perdana ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam mempersiapkan Terminal Kijing sebagai  salah satu simpul logistik strategis di Indonesia. 

“Keberhasilan pelayanan perdana ini menunjukkan kesiapan Terminal Kijing untuk melayani petikemas  secara optimal. Sebagai salah satu operator Terminal Kijing, PTP Nonpetikemas berkomitmen untuk  terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, aman, dan produktif. Kami akan terus  berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dan pengguna jasa guna memberikan nilai tambah bagi  pelanggan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Indra Hidayat Sani. 

Kehadiran layanan petikemas melengkapi layanan curah cair, curah kering, dan general cargo yang  telah berjalan sebelumnya. Seiring pengembangan layanan tersebut, kinerja operasional Terminal  Kijing juga menunjukkan tren yang positif. Pada Triwulan I 2026, Terminal Kijing mencatat throughput  sekitar 1,5 juta ton dengan kontribusi terbesar berasal dari komoditas curah kering sebesar 845 ribu  ton dan curah cair sebesar 662 ribu ton. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan, dengan  realisasi curah kering mencapai 223% dan curah cair sebesar 168%, sementara layanan bag cargo  mencapai 93% dari target. 

Dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang dan kinerja operasional yang positif, Terminal  Kijing diharapkan semakin memperkuat konektivitas logistik serta mendukung pertumbuhan  perdagangan dan industri di Kalimantan Barat maupun Indonesia secara keseluruhan.